Caraku Mengoptimalkan Perkembangan Bayi 2 – 6 Bulan

Selamat datang di kolom katagori anak. Cerita anakku I.A.Q.A yang sudah usia 6 bulan saat artikel ini ditulis. Beberapa bulan yang lalu aku sudah menuliskan bagaimana caraku menstimulus I.A.Q.A saat usia 1-2 bulan. Waktu itu gerak I.A.Q.A masih sangat terbatas. Penglihatannya pun juga. Jadi, yang bisa dieksplore hanyalah penglihatan dan tummy time. Lainnya pelekatan aja antara Ibuk dan bayi seperti digendong, menyusu, dan dipeluk atau diletakkan di dada (skin to skin). 

Sejak usia 2 bulan, perkembangan bayi semakin pesat. Bayi mulai mengeksplor benda-benda sekitar meskipun di awal, kita (orang tuanya) yang harus menstimulusnya. Sampai usia 4 bulan, bayi sudah bisa menggenggam obyek dengan dua tangan. Hingga lima bulan, bayi mulai meindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri. Usia ini, bayi tidak hanya tidur terlentang saja. Tapi sudah berguling dan belajar merangkak. Seneng deh, lihat bayi usia-usia ini. Usia gemes-gemesnya. Senyumnya merkah-merkahnya. Geraknya lucu-lucunya.

 

Perkembangan Umum Bayi 2- 6 Bulan

Sebelum aku ulas bagaimana aku melakukan stimulus saat I.A.Q.A usia 2-6 bulan, aku jabarin dulu umumnya perkembangan bayi usia 2-6 bulan . Milestone ini aku dapatkan dari berbagai sumber di internet yang aku rangkum sebagai berikut.

 

Senyum Saat Diajak Bercanda

Kini bayi mulai menampakkan senyumnya yang lucu dan menggemaskan. Bayi juga mulai mengoceh dan bertingkah seolah seperti pertama kali melihat dunia.

 

Mengenal Obyek Terutama Warna Cerah

Penglihatannya sedikit demi sedikit mulai jelas. Jarak pandangnya semakin lama semakin jauh. Kini bayi tertarik dengan benda-benda sekitarnya. Tahap demi tahap, dia belajar menggeggam sampai meraih benda-benda di sekitarnya untuk diobservasi. Benda warna cerah sekarang mulai membuatnya penasaran.

 

Tengkurap dan Bergulung

Usia 2-6 bulan, bayi mulai belajar tengkurap, bergulung, hingga di usia 6 bulan sudah bisa duduk dan belajar merangkak. Menurut dr. Tiwi, tengkurap itu penting sebagai dasar kemampuan bagi bayi untuk menguatkan kemampuan lanjutan.

 

Mengenal Suara

Pendengaran bayi, lama-lama semakin tajam. Dia mulai tertarik dengan suara-suara baru. Apalagi suara hewan dan krincingan.

 

Vase Oral

Jangan heran jika bayi memasukkan jari, kaki, dan benda-benda di sekitarnya ke dalam mulut. Bayi cerdas melakukan hal itu sebelum fase makan. Arahkan dan pastikan benda-benda di sekitarnya bersih dan aman. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk melarangnya masuk fase oral.

 

Belajar Duduk

Mendekati MPASI, bayi harusnya bisa duduk sendiri. meskipun masih ngleyang-ngleyang nggak apa. Yang terpenting, bayi belajar. Pelan-pelan dia akan mahir dan siap MPASI di kursi makannya.

 

Stimulus yang Aku Lakukan

Dari tahap-tahap penting perkembangan bayi di atas, maka yang aku lakukan adalah memberikan atau membiarkan bayi melakukan kegiatan yang bisa menunjang perkembangannya. Antara lain:

 

Tummy Time

Tummy time menurutku paling penting sebagai dasar bayi belajar tengkurap sampai merangkak. Semakin sering tummy time, seamkin cepat bayi bisa tengkurap. I.A.Q.A tengkurap pada usia 4 bulan. Memang ada yang lebih cepat. Memang aku memulai tummy time agak lambat. Itu karena, tummy time sendiri masih menjadi perdebatan dengan nenek-neneknya. Karena belum waktunya tengkurap sudah ditengkurapkan. Namun, sebagian besar dokter anak sangat menganjurkan tummy time.

 

Menggenggam Jari

Sebelum belajar mengambil benda, bayi terlebih dahulu belajar menggengam. Di awal, aku melakukan stimulus dengan mendekatkan jari telunjukku agar dia genggam. Ini bisa dilakukan bahkan sebelum usia dua bulan.

 

Menatap Mata dan Mengajak Bicara

Menurutku, permainan ini paling penting. Bayi baru lahir, dia seperti mencari siapa orang terdekatnya, siapa yang akan membuatnya merasa aman. Hal itu karena, selama 9 bulan dalam kandungan bayi merasakan kenyamanan dan kehangatan. Saat baru lahir, bayi memerlukan itu. Oleh karenanya, sebelum bayi mengenal orang lain, alangkah baiknya kita orang taunya membangun kedekatan dengan cara menatap matanya saat mengajak komunikasi. Apalagi, saat pandangannya mulai semakin jelas.

 

Mainan Gantung

Biarkan bayi belajar menggapi benda-benda di sekitarnya. Yang paling efektif adalah, mainan gantung yang ditaruh di atas box bayi. Tentu yang bisa bunyi. Selain merangsang indra pendengaran, mainan dengan warna terang menarik bayi untuk belajar menggapai benda tersebut. Hal ini merupakan latihan untuk motorik kasarnya.

 

Bermain Ci Luk Ba

Ci Luk Ba atau Peek A Boo adalah permainan yang paling tenar di seluruh dunia. Bayi, yang baru mengenal wajah orang-orang sekitarnya akan gembira ketika melihat wajah yang tiba-tiba hilang, kemudian muncul dengan wajah yang berseri dan ceria. Manfaatnya, selain menumbuhkan kelekatan, permainan ini juga mengenalkan bayi pada ekspresi dan emosi.

 

Membaca Buku Warna Cerah

Membaca buku bersama I.A.Q.A sudah aku mulai sejak usianya hitungan hari. 1-2 bulan pertama menggunakan buku warna kontras (hitam-putih). Setelah itu, baru aku mengenalkan buku dengan warna cerah. Banyak sekali manfaat membaca buku. Diantaranya, membangun kelekatan dengan orang tua, merangsang indra penglihatan, dan juga melatig fokus.

 

Mainan Bersuara atau Plastik

Suara plastik dan krincingan memberikan efek tersendiri bagi pendengaran bayi. Aku memberikan plastik pada I.A.Q.A juga tidak disengaja. Kebetulan dia menemukan plastik sendiri kemudian dengan asik memainkannya. Salah satu mainan yang aku belikan juga ada bunyi kresek-kreseknya. Mainan bersuara ternyata memang melatif sensori pendengaran pada bayi.

 

Mengeksplore Benda

Jangan takut jika bayi memasukkan berbagai benda dalam mulutnya. Tugas kita hanya memastikan benda itu aman dan bersih untuk bayi. Sebaiknya mengganti benda yang sekiranya bahaya dengan tidak mengatakan jangan pada bayi. Sehingga dia semangat untuk terus mengeksplore benda-benda sekitarnya. Mungkin memberikan teater dengan bentuk yang beragam bisa mengganti benda yang tidak aman.

 

Membiarkan Memasukkan Jari Kaki dan Jari Tangan Dalam Mulut

Banyak nenek-nenek yang melarang bayi mengisap jempol karena takut menjadi kebiasaan. Ternyata, mengisap jempol pada bayi juga mampu melatih sensorinya. Terutama sensori dalam mulut seperti indra perarasa, gusi, rahang dan lain sebagainya.

 

Bermain Cermin

Aku sering dilarang mertuaku saat mengajak I.A.Q.A bermain cermin. Padahal, dalam montesorri bermain cermin dianjurkan agar bayi bisa mengenal dirinya sendiri secara utuh. Selain itu, dengan cermin bayi juga lebih bisa belajar tentang ruang.

 

SELAMAT MENCOBA!

Waktu tidak bisa diulang. Jika masa depan adalah akumulasi dari masa lalu dan masa sekarang, maka kita harus membantu bayi melewati prosesnya dengan optimal. Bermain adalah kebutuhan bayi. Dengan bermain, bayi tidak hanya bisa tumbuh dengan baik saja. Tapi, perkembangan otaknya juga optimal.

Oh ya, untuk stimulus perkembangan I.A.Q.A aku sediakan mainan-mainan seperti di bawah ini. Bonekah gajah itu, menurutku yang paling bermanfaat. Kenapa, karena semua ada dalam satu mainan. Mulai dari pola kontras, warna mencolok, suara, bisa dipegang ataupun digantung, lingkaran untuk latihan menggenggam, belajar tekstur sampai gigit-gigitan. Sampai sekarang I.A.Q.A suka memainkannya.

 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Go Top