Jurus Rahasia Menghadapi Drama MPASI pada Minggu Pertama

Hai Buk Ibuk, yang baru mulai MPASI, sudah belajar sampai mana? Alhamdulillah ya, sudah katam bukunya dokter Meta, dokter Tiwi, dan mungkin berbagai buku panduan MPASI lainnya yang ulasannya sudah Buk Ibuk dapatkan dari blogger-blogger lain. Aku pun juga belajar. Di sela-sela kesibukan, aku menyempatkan untuk membaca buku panduan MPASI yang benar. Benar bagiku artinya menyehatkan dan bisa menjadi kegiatan bayi yang menyenangkan.

Insya Allah, aku sudah memahami baiknya memilih menu apa, kapan memulainya, bagaimana cara menyuapinya, dan sederet proses MPASI lainnya. Yakin siaplah, kan cuma makan apa susahnya, sih? Paling bikin menunya yang susah. Itu karena aku kurang bisa masak.

Apakah Buk Ibuk sekalian punya pikiran demikian? Kalau iya, kita samaan berarti. Tos dulu! Hehehe. Benar nggak, sih? Lihat anak masukin berbagai barang ke mulutnya, jadi gemas ingin nyuapin makanan. Lihat anak pasang muka pengin waktu kita makan, jadi ingin nyuapin juga. Tapi, apa yang terjadi ketika kita sudah memutuskan hari H MPASI?

 

Selamat Untuk Buibuk yang Sukses di Minggu Pertama  MPASI

Yap, saya ucapkan selamat dulu ya, kalau-kalau ada yang baca tulisan ini kurang nyambung karena MPASI minggu pertamanya sukses abis. Aku masu berbagi cerita tentang MPASI anakku yang berujung drama selama satu minggu. Tahu nggak rasanya? Sudah seperti ditolak cinta pertama. Eh, berarti sudah ngrasain ditolak cinta pertama ya? Ups, kembali ke topik.

 

MPASI Minggu Pertama Berujung Drama

Ekspektasi sih, Ibu masak menu 4 bintang, lengkap dengan tambahan lemaknya. Anak duduk di kursi makan, lahap menyantap menu buatan ibu. Ternyata, apa yang terjadi? Pada suapan pertama, I.A.Q.A berusaha memasukkan tangannya pada mangkok makannya. Atau kalau tidak begitu, dia berusaha merebut sendok dan meremas-remas makannya sendiri. Setelah itu baru dijilat. Belum lagi kalau sendoknya ditampar dan numplek semua makanannya.

Beberapa sumber buku mengatakan, pada saat pertama mengenal makanan, sebaiknya bayi disuapin terlebih dahulu. Siapapun boleh menyuapi. Bayi harus fokus pada makannya. Ada kontak mata antara Ibu dan bayi sehingga bayi sadar betul, dia tengan menikmati pengalaman pertamanya yaitu makan. Dan itu, pasti akan berpengaruh pada cara makannya di kemudian hari. Tapi apakah aku bisa menerapkan itu?

Maafkanku yang tidak sempurna menjadi Ibu. Ternyata, hal sesederahana itu saja berat. I.A.Q.A susah fokus pada makannya, yang ada dia mencari benda-benda di sekitarnya untuk dimainkan. Belum lagi, kalau sendok makan dia tampar sampai jatuh. Ibu, kan jadi sedih. Kesedihan pun memuncak, saat I.A.Q.A tutup mulut pada suapan ketiga. Heran, kenapa Buibu di instagram itu bayi-bayinya udah jago makan aja.

Oh ya, idealnya, bayi makan di kursi makannya dan fokus dengan makananya. Faktanya, anakku lebih suka makan bareng-bareng di lantai sama tetangga atau sepupunya. Kayaknya hatiku masih mentoleransi ini. Artinya, anakku lebih senang kebersamaan dan kesederhanaan. Huwowowow…

 

Berkesan Dipaksa

Hampir satu minggu, cara makan I.A.Q.A berkesan dipaksa. Padahal aku tahu, ini tidak baik. Ada waktu juga, dimana I.A.Q.A sudah nangis duluan melihat sendok dan kursi makannya. Malah yang terbaru, dia takut aku gendong karena takut aku suapin. Benar-benar nangis parah. Baru diam, setelah digondong utinya. Yakin kalau aku sudah berhenti berusaha nyuapin, I.A.Q.A baru mau aku gendong. Yes, sedrama itu.

 

Rahasiaku Menghadapinya

Selain membaca berbagai teori untuk menguatkan hati dan mengendalikan pikiran, kesabaran adalah kunci untuk menghadapi kenyataan ini. Mau bagaimana lagi? Sebisa mungkin, aku berusaha tidak memaksakan I.A.Q.A untuk makan tetapi bagaimana caranya agar dia mau makan.

 

Pastikan Dalam Keadaan tenang dan Lapar

Pada buku dokter Tiwi dan dokter Meta sudah dijelaskan pentingnya jadwal makan agar bayi paham konsep kenyang dan lapar. Kenyataannya, di awal MPASI aku masih sulit menentukan. Membiarkan I.A.Q.A lapar, ternyata keadaannya tidak tenang. Tidak tenangnya, karena I.A.Q.A ingin menyusu. Ya sudah, akhirnya aku susuin sebentar. Eh, ternyata nggak bisa sebentar. Akhirnya dia nggak mau makan karena sudah kenyang susu. Baiklah, makan ditunda pada waktu selanjutnya.

 

Pastikan Rasa Masakannya Sesuai

Kalau yang ini menurut youtube chanelnya dokter Tiwi. Pada dasarnya bayi, sudah mengenal rasa sejak dalam kandungan. Jad kemungkinan, apa yang Ibunya makan akan disukai bayi. Baiklah, aku makan dulu makanan bayiku. Kalau aku suka, artinya ankku juga suka. Kalau resep-resep MPASI yang tersebar kurang bisa memenuhi selera makan I.A.Q.A, artinya aku harus mengarang resep MPASI sendiri. Dengan menggunakan bahan-bahan yang sering aku masak untuk konsumsiku, aku mencoba olah sedmikian rupa sehingga nyaman di lidah I.A.Q.A yang selaras dengan lidahku tentunya.  Meskipun begitu, harus tetap berdasarkan ketentuan umum berlaku, ya. Seperti, dengan porsi seumlit harus memgandung energi sekian kkal.

 

Tidak Perlu Dipaksakan

Memaksakan hanya akan menimbulkan trauma pada bayi. Ngeri kan, kalau sampai trauma makan. Awalnya aku begitu. Setelah sadar, aku berhenti buat maksa. Di pikiranku sebagai Ibu, ASI setelah 6 bulan nutrisinya mulai menurun. Termasuk zat besi mulai menurun. Bayi, pada msa pertumbuhan dan perkembangannya yang begitu pesat sekarang ini membutuhkan kadar zat besi yang tinggi. Waktu melahirkan I.A.Q.A, zat besiku juga masih kurang. Meskipun sedikit sekali kurangnya, tapi tetap saja kurang. Jadi, I.A.Q.A harus mendapat asupan zat besi tambahan dari MPASI. Akhirnya, makan bubur nasi hati ayamnya berkesan dipaksakan. Padahal aku belum tes laboratorium soal zat besi I.A.Q.A.

 

Terus Dicoba, Dicoba Terus

Mungkin ya, ada tipe anak yang cepat sekali menerima hal baru. Ada juga tipe anak yang sulit menerima hal baru. Tapi suka mencoba hal baru. Iya, I.A.Q.A suka mencoba hal baru, tapi sulit untuk menerima hal baru tersebut. Apalagi, jika yang baru itu terasa asing baginya. Kenal orang baru saja dia takut. Ya, termasuk MPASI. Bagi I.A.Q.A yang terbiasa ASI atau ASIP, makan jadi terasa sangat asing meskipun sering kali dia melihat orang tuanya sarapan atau makan malam. Solusinya ya harus dicoba terus. satu sendok dua sendok, nggak apa. Bayi sedang belajar. Lama-lama dia akan terbiasa.

 

Sabar Adalah Kunci

Diantara rahasia yang paling rahasia, adalah kesabaran yang dimiliki seorang Ibu. Rasa cinta yang dimiliki seorang Ibu. Kalau Ibu sudah belajar, sudah baca-baca maksimal. Satu kunci yang harus dipegang yaitu bersabar. tentu tidak lupa diiringi dengan Doa. Bismillah, semoga bayiku mau menerima rizki darimu Ya Allah, sebagai ihtiarnya untuk menjaga kesehatan tubuhnya dan memberikan nutrisi pada otak dan badannya.

 

Semoga Sukses MPASI-nya… Ya!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Go Top