Pengalamanku Adna 0 – 2 Bulan Bermain dengan Warna Kontras

Waktu hamil  7 bulannya Adna (anakku), aku sudah browsing terlebih dahulu permainan yang pas untuk anak usia 0 sampai 2 bulan. Salah satu yang saya temukan yaitu permainan dengan pola kontras dan gradasi warna hitam putih. Khususnya untuk bayi berusia usia 0 – 2 bulan. Setelah usia 2 bulan ke atas, permainan bisa dikombinasikan dengan warna lain yang lebih cerah seperti merah, kuning, dan biru. Tentu fungsinya sebagai stimulus penglihatan bayi.

 

Stimulus Penglihatan Bayi Mulai Usia 0 Bulan

sumber : pinterest – high contrast for babies

Stimulasi penglihatan bisa dilakukan dengan tujuan untuk memancing mata bayi agar fokus dan bisa mengikuti arah benda. Perlu ibu ketahui, bayi baru lahir dapat melihat dalam jarak 10 inchi. Lebih dari itu, semua terlihat kabur dan belum jelas. Perubahan penglihatan akan terjadi seiring dengan pertumbuhan sel-sel mata bayi.

Bayi baru lahir senang melihat hal-hal yang mampu dijangkau matanya. Oleh karenanya, bayi suka warna kontras seperti hitam dan putih. Tidak semua bentuk juga disenangi bayi. Bayi usia ini, paling senang melihat wajah. Jadi jangan heran jika bayi begitu fokus melihat wajah anda hingga matanya berbinar.

“Bayi memiliki kecenderungan untuk lebih menyukai wajah, orientasinya lebih kepada bentuk oval, dengan 2 titik untuk mata, dan satu garis untuk mulut,” jelas Dr. Lise Eliot, penulis What’s Going on in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life (Bantam, 2000), dan asisten profesor di departemen biologi sel dan anatomi, the Chicago Medical School. “Di luar ini, bayi menyukai pola yang  jelas seperti papan catur.”

 

Pengalaman Stimulus Adna

Malam itu, Adna belum genap 7 hari. Dia terbangun untuk menyusu setelah itu tidak tidur lagi. Matanya terbuka, tapi pupilnya belum kelihatan membuat saya berkaca-kaca saat menatap wajahnya. Terharunya mungkin sudah selesai di rumah sakit. Berkaca-kacanya lebih karena beda saja menatap mata bayi dengan menatap mata bapaknya atau orang dewasa umumnya.

Akhirnya, saya putuskan untuk membacakan buku cerita atau book board yang aku belikan sewaktu hamil. Buku ceritanya berjudul Oh! Si Burung Hantu dari penerbit Naura Publishing karya  Kak Clefiena. Bukunya tebal, semacam board gitu. Dilengkapi dengan boneka burung hantu yang menurut saya terbuat dari kain blacu.

Begitu saya gerakkan si Burung Hantu di atas buku cerita sambil mengikuti jalan cerita yang ada di buku saya pun mulai mengoceh. Membawakan dongeng pada anak, untuk pertama kalinya.

Apakah ini bekerja? Naytanya, saya terpesona melihat matanya yang mampu mengikuti arah benda ketika digerak-gerakkan. Raut wajahnya terlihat kalau dia sedang mendengarkan cerita saya. Bosan karena bangun malam pun, akhirnya kami lewati dengan senang hati. 

Sayangnya, momen itu tidak tertangkap kamera. Buka-buka dokumen lama, ternyata aku ambil fotonya setelah dia tidur. Seingatku sih, itu tertidur setelah mengamati mainan yang aku gantungkan di bouncer-nya. Memang sepertinya tampak melelakan saat bayi menatap pola dan warna-warna tersebut terlalu lama sampai akhirnya tertidur.

Sebenarnya ini bagus jika dipadukan dengan tummy time sehingga bayi bisa terangsang untuk mengangkat kepalanya karena ada benada menarik di depannya. Sayangnya, sebelum Adna usia 15 hari, aku belum terlalu berani tummy time di kasur sambil lihat book board itu. Aku lebih memilih Adna tummy time di atas dadaku. Nanti deh, aku cerita tentang Adna tummy time.

 

Adna Usia 3 Bulan

Adna usia 3 bulan jarak pandangnya sudah lebih panjang dari sebelumnya. Dia juga lebih menyukai warna-warna yang lebih cerah dan terlihat kontras. Kenapa aku bisa tahu? Tentu karena interaksiku dengan Adna yang selalu aku jaga.

Awalnya, ketika budhenya memakai baju crem menari-nari di depannya. Rupanya, mata Adna sudah bisa mengikuti arah gerak budhenya. Matanya juga semakin menyala ketika melihat warna terang itu.

Kini bentuk matanya juga sudah sempurna. Ketika aku tetap, dia mulai senyum kegirangan. Serta ketika aku berikan buku warna dan buku hitam putih secara bersamaan, dia cenderung melihat yang warna.

 

Bagaimana Mendapatkan Mainan Stimulus Ini?

Saranku, lebih baik membuat sendiri dari pada beli. Kan sayang cuma dipakai dua bulan. Lebih baik anggarannya disimpan dulu untuk membeli alat stimulus lain. Karena akan banyak sekali alat stimulus untuk bayi. Dan kita sebagai Ibu, harus pintar memilih agar efektif dan tidak membuat kantong jebol. Vidio ini DIY, bagaimana membuat sendiri alat stimulus

 

Perlu Digaris Bawahi

Kadang kita terlalu bingung menyambut bayi pertama kita hingga apapun dibeli. Tapi kenyataannya, kita harus mengatur sedemikian rupa agar belanja menjadi efektif beriringan dengan cara kita mendidik anak. Tidak harus membeli alat high contrast untuk stimulus. Saya yakin, bayi akan secara berlahan menstimulus sendiri inderanya dengan cara melihat lingkungan sekitar. Dan yang paling dekat adalah orang tuanya.

Penny Warner, instruktur tumbuh kembang anak di Diablo Valley College San Ramon, California, penulis lebih dari 30 buku untuk orang tua dan anak mengenai perawatan dan perkembangan bayi, termasuk Smart Start for Your Baby (Meadowbrook Press, 2001) mempunyai anggapan, “Seorang bayi takkan kehilangan apa pun walau tak diberi mainan spesifik dalam warna hitam putih.” “Yang paling baik adalah wajah orang tua sebagai mainannya. Lebih animatif dan kontras, wajah orang tua menjadi tempat bayi mulai mengolah persepsinya.”

 

Sumber Pendukung :

  •  

http://www.huggies.co.id/mengasuh-anak/bermain-itu-penting/mainan-bayi-dengan-desain-kontras.aspx

 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Go Top