Mitos-mitos Operasi Caesar yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Alhamdulillah, tahun 2019 ini, saya resmi menjadi Ibu. Anak pertama saya berjenis kelamin perempuan dengan berat 3 kg dan panjang 49 cm. Saya dan suami sepakat memanggilnya dengan nama Adna. Bagi kami, Adna adalah keajaiban dalam pernikahan kami. Belum ada satu tahun kami menikah Alhamdulillah Adna sudah mulai membentuk kehidupannya dalam rahim saya.

Bahagia bukan kepalang saat menyaksikan dia lahir ke dunia. Awalnya kami mengupayakan untuk lahir secara normal. Namanya juga hamil pertama, ingin rasanya merasakan nikmatnya gelombang cinta. Tapi takdir berkata lain. Adna tidak juga turun panggul sampai HPL lewat satu minggu. Akhirnya, Adna lahir dengan metode operasi caesar.

Awalnya saya takut melahirkan dengan metode ini. Maklum, saya dan suami hanya mempersiapkan jika saya melahirkan normal. Dokter memberi waktu satu minggu setelah HPL untuk mempersiapkan mental, berhubung air ketuban saya juga masih jernih. Selama satu minggu itulah, saya mencoba untuk iklas. Saya juga mempelajari resiko-resiko jika saya melahirkan caesar. Saya benar-benar memilih informasi yang harus saya baca. Karena tidak sedikit, akun media sosial yang justru menuliskan mitos bukan dari data medis yang sebenarnya.  

 

Apa saja mitos operasi caesar yang sering beredar?

 

  • Operasi caesar hanya bisa dilakukan 3x

  • Kata obgyn saya, bisa operasi caesar lebih dari 3X. Tentu dengan sayarat dan ketentuan berlaku. Kalau yang ini, karena saya belum pengalaman, jadi tidak ikut berkomentar.
  •  
  • Ibu yang melahirkan operasi caesar tidak bisa melahirkan normal

  • Kata obgyn saya, dan artikel yang saya baca di
  • di bidankita.com   setelah operasi caesar bisa kok melahirkan normal. Asal ada usahanya juga ya…
  •             
  • Operasi caesar tidak menimbulkan rasa sakit

  • Wow, kata siapa. Memang waktu opersi rasanya tidak sakit sama sekali. Ya, karena bagian perut ke bawah dibius. Jadi mati rasa. Tapi setelah biusnya hilang bagaimana? Allahu Akbar sakitnya luar biasa. 
  • Saya cerita dari awal ya. Waktu lahiran, saya masuk ruang operasi sendiri tanpa suami. Dikerubuti 3 dokter yaitu dokter obgyn tentunya, dokter anak, dan dokter bedah. Tentu setiap dokter membawa timnya juga dong. Cuma bisa pasrah dengan keadaan tubuh ini.

Setelah selesai operasi, saya dibawa ke ruang pemulihan. Di ruang inilah saya nangis bombay ditemani petugas jaga. Ya Allah, sakitnya minta ampun. Mana sendiri lagi. Suami cuma bisa lihat dari luar. Duh rasanya.

Belum selesai sampai disitu. Setelah pindah di kamar rawat inap, saya tidak bisa langsung duduk. Sedikit-sedikit saya paksa dan saya latih agar saya bisa duduk. Tentu, ini juga atas anjuran dokter yaa… Keesokan harinya, saya memang sudah bisa duduk. Tapi untuk jalan berdiri sakitnya bukan main.

Kurang lebih satu minggu kemungkinan jahitan akan terus terasa. Dinikmati saja. Kuncinya kita ikhlas jadi bakal biasa aja. Oh, ya menyusui juga bisa jadi obat loh untuk mengurangi rasa sakit pasca operasi. Beneran. Saya merasakan itu.

 

  • ASI ibu akan kering jika operasi caesar

  • Tidak buibu. Salah besar. Buktinya ASI saya lancar benar-benar lancar. Menang ada kendala di awal, tapi setelah saya usahakan, Alhamdulillah lancar. Awal-awal di minggu pertama, selain full DBF, saya juga bisa melakukan pumping 3 kali sehari dan mendapat 15ml kanan kiri setiap hari.  Kuncinya, jangan putus asa kalau bayi bingung puting. Bener-bener minta dokternya buat IMD. Kalau dokter yang baik pasti paham. Belajar sejak hamil. Makan makanan yang bergizi dan wajib bahagia.
  •  
  • Proses persalinan caesar tidak bisa dalam kondisi sadarkan diri

  • Nyatanya saya sadar waktu dioperasi. Tapi ya memang bagian perut sampai kaki terasa mati. Meki begitu, masih bisa lihat kanan-kiri dan betapa sibuknya tim medis mengurus saya.
  •  
  • Pemulihan pasca operasi caesar lebih cepat daripada melahirkan

  • Sepertinya ini tergantung individu. Kalau semangat untuk lekas sembuh, pasti juga lekas sembuh.
  •  
  • Setelah operasi caesar, tidak bisa melakukan kontak kulit dengan bayi

  • Bisa masih bisa. Tapi memang tidak bisa menggendong. Cuma bisa peluk.
  •  
  • Ibu yang melahirkan operasi caesar tidak bisa menyusui bayinya

  • Siapa bilang? Saya langsung IMD loh. Meskipun masih dibantu suster dan tidak lama. Benar-benar diletakan di dada dan si bayi langsung menemukan putin saya. Betapa bahagianya lihat wajahnya untuk kali pertama.
  •  
  • Tidak boleh berbaring telentang

  • Saya malah selalu berbaring setelah operasi. Buktinya tidak apa-apa.
  •  
  • Aktivitas terbatas pasca operasi caesar

  • Sering kali diperingatkan untuk tidak menganggkat beban berat, naik turun tangga dan lain sebagainya. Tapi bagi saya, dengan cara aktif bergerak saya bisa lekas sembuh. Bisa lebih semangat beraktifitas tanpa mempedulikan bekas jahitan yang terkadang masih nyut-nyutan.
  •  
  •  
  • Kesimpulan

  • Tidak banyak perempuan menginginkan melahirkan dengan operasi caesar. Namun sekarang, zaman sudha banyak berubah. Operasi caesar semaikin berkembang dan keberadaannya sekarang semakin menjamur. Begitulah teknologi medis masa kini.

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Persalinan yang Mendewasakan Kami sebagai Pasangan (Kelahiran Part 1) […]

trackback

[…] Persalinan yang Mendewasakan Kami sebagai Pasangan (Kelahiran Part 1) […]

Go Top