#MoneySmartMenginspirasi : Ini Trik Jitu Pasangan Muda Mengatur Keuangan

Saat kita membuat komitmen untuk membangun rumah tangga, kita harus siap dengan konsekuensi yang harus dihadapi nantinya. Peran kita pun bertambah. Selain sebagai suami atau istri, kita juga akan berperan sebagai ayah ataupun Ibu. Peran-peran tersebut juga tidak menghapus peran kita yang lain sebagai anak ataupun status karyawan di tempat kerja. Akhirnya, berbagai permasalahan terkait keuangan tak jarang dialami oleh pasangan muda yang baru saja membina keluarga. 

Permasalahan Pasangan Muda

Banyak Inginnya, Pemasukan Tak Seberapa

Ingin punya mobil sendiri, rumah sendiri, bisa memberi fasilitas pendidikan anak-anak yang berkualitas, memberangkatkan orang tua ke tanah suci, serta jalan-jalan keliling dunia merupakan gaya hidup yang saya impikan bersama suami. Kami sadar, impian kami begitu tinggi sedangkan hari ini, kami masih mulai merintis semuanya dari awal. Suami masih menjadi pegawai di salah satu perusahaan swasta sedangkan saya masih merintis karir saya sebagai pengacara, blogger, dan penulis. Meskipun begitu, kami tetap optimis bisa mewujudkan impian-impian tersebut. Salah satu cara kami yaitu, dengan tidak berhenti belajar. Terutama, soal ilmu keuangan.

 

Pemikiran Tentang Uang yang Harus Disamakan

Awal pernikahan budgeting kebutuhan masih berantakan. Maklum, kebiasaan kami soal keuangan berbeda. Pikiran saya cenderung  tidak mempermasalahkan belanja sekarang, toh nanti juga ada pemasukan lagi. Sedangkan suami pemikirannya, semua harus ditata karena uang yang sudah kita lepas, sulit untuk kembali. Pemikiran itu pun didasari karena pemasukan kami yang berbeda. Sebagai pegawai, gaji suami relatif tetap setiap bulannya. Sedangkan saya,  sebagai freelancer hampir tidak bisa dipastikan berapa pendapatan saya.

 

Adaptasi dengan Cara Baru

Kalau mungkin sebelum menikah kita bisa bersenang-senang dengan uang kita sendiri dan sesekali memberikannya pada orang tua, setelah menikah tentu saja akan berbeda. Tapi, kalau kita menikah dengan orang yang asik menurut kita, bedanya itu jauh lebih menyenangkan dari pada ketika masih sendirian. Ya, begitulah yang saya rasakan setelah hampir 10 bulan menikah.  Belum genap satu tahun memang pernikahan saya dan suami. Pernikahan kami tentu saja bisa dikatakan masih bau kencur. Pengaturan keuangan, juga masih adaptasi. Kami sadar, kami tidak bisa menggunakan cara mengatur keuangan pada waktu belum menikah dibandingkan setelah menikah. 

 

Belajar Keuangan Lewat MONEYSMART.id

Belajar tidak harus di bangku sekolah. Apalagi belajar Ilmu Keuangan. Biasanya, kami belajar soal keuangan lewat portal  favorit kami yaitu MONEYSMART.id. Portal tersebut, menyajikan konten yang edukatif seputar keuangan, gaya hidup dengan sajian bahasa yang ringan dan inspiratif sehingga mampu memberikan pencerahan bagi anak muda Indonesia untuk dapat mengelola keuangan secara cerdas dan bijak.

Salah satu artikel #MoneySmartMenginspirasi  bagi kami dalam membina rumah tangga sebagai pasangan muda berjudul Demi Masa Depan Lebih Baik! Begini Trik Jitu Atur Duit Buat Pasangan Muda!  Setelah kami baca, kami pun mencoba menerapkannya untuk kehidupan sehari-hari dalam rumah tangga kami. Teman-teman pembaca boleh banget, menggunakan tips ini untuk keuangan rumah tangga lebih baik. Saya dan suami, sedang mencobanya nih….

 

Budgeting Anggaran Bulanan

Apa saja sih yang kita butuhkan setiap bulan? Bayar listrik, air, pulsa, internet, bensin atau transportasi, uang makan, jalan-jalan (hehehehe), sabun, pasta gigi, detergen, dan berbagai macam kebutuhan lainnya. Setelah membuat daftar kebutuhan bulanan, anggaran pun segera saya sisihkan. Ada yang langsung saya bayarkan di awal bulan seperti listrik, air, dan internet. Ada yang saya sisihkan pada amplop khusus jika sewaktu-waktu dibutuhkan tidak di awal bulan. Seperti anggaran makan, bensin, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

 

Lebih Cermat Atur Tabungan

Saya dan suami tidak memiliki tabungan terpisah seperti mana tabungan untuk pribadi, mana untuk keluarga. Kami menganut prinsip harta bersama karena kami tidak membuat perjanjian pisah harta. Yang kami pisahkan sebenarnya adalah mana tabungan aset, mana tabungan untuk dana darurat, mana tabungan untuk pendidikan anak, dan lain-lain. Gaji suami utuh, kami gunakan untuk kebutuhan setiap bulannya. Karena dia pegawai yang gajinya tetap, tentu lebih mudah dianggarkan untuk pengeluaran yang setiap bulannya cenderung tetap. Sedangkan penghasilan saya, lebih banyak digunakan untuk dana darurat dan uang tabungan. Karena cenderung tidak tetap dan terkadang bisa juga lebih banyak dari gaji suami setiap bulannya. 

 

Mempersiapkan Dana Pensiun

Kalau yang ini kemi masih persiapkan. Inginnya sih berupa  aset benda tidak bergerak tapi tetap produktif. Seperti rumah kosan, rumah kontrakan, tanah pekarangan, atau tanah yang disewakan. Nah, tentu saja perlu modal banyak untuk mewujudkan. Selain menabung, usaha yang kami lakukan adalah membuat tabungan pensiun lewat deposito. 

 

Anti Utang untuk Barang Konsumtif

Kami sengaja tidak memiliki kartu kredit. Kami juga berkomitmen untuk menghindari kredit. Yang kami upayakan adalah, belajar bagaimana menaklukkan uang dan uang bekerja untuk kami. Tentu saja kami perlu belajar. Dan belajar bersama MONEYSMART.id menjadi pilihan yang tepat bagi kami. 

 

Investasi sebagai Kunci

Banyak sekali produk investasi yang beredar saat ini. Tentu saja, kita harus cermat memilih mana yang tepat bagi kondisi keuangan kita dan juga pengetahuan kita atas investasi tersebut. Kalau saya dan suami, memilih investasi emas batangan. Tergolong kuno memang. Sebenarnya, kami juga melirik investasi di bidang saham portfolio atau reksa dana setelah melirik artikel ini (klik disini)

 

Gaya Hidup Sederhana

Banyak orang-orang sukses dunia, memiliki gaya hidup sederna. Seperti yang dipaparkan dalam artikel #MoneySmartMenginspirasi berikut ini (klik disini). Kami pun, menerapkannya juga. Suami membawa bekal ke kantor, 

 

 

Keuangan Sehat Menjadi Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga

Ingin punya mobil sendiri, rumah sendiri, bisa memberi fasilitas pendidikan anak-anak yang berkualitas, memberangkatkan orang tua ke tanah suci, serta jalan-jalan keliling dunia adalah sekelumit impian tentang duniawi. Kami sendiri sadar, impian tersebut hanyalah sarana untuk memberikan kemudahan dalam hidup kami. Sedangkan kebahagiaan lebih dari itu.

Oleh karenanya, sebelum memenuhi impian-impian tersebut kami harus pastikan dulu bahwa kami bahagia dengan proses yang kami jalani. Pertama, kami pastikan bahwa apa yang kami lakukan dalam perkerjaan adalah passion kami dan kami saling mendukung satu sama lain. Kedua, kami memastikan bahwa keuanganbenar-benar sehat sesuai versi kami. Bagi kami keuangan yang sehat adalah keuangan yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, tidak ada utang, punya anggaran darurat, investasi dan tidak ada cicilan kredit. Kesehatan keuangan bagi kami sangat penting untuk menjaga fokus kami dalam menjalankan passion kami. 

Bisakah kami mewujudkannya? Sejauh ini, kami menikmati prosesnya. Dan, kami harus berterima kasih pada  portal MONEYSMART.id. karena artikel-artikel yang sangat inspiratif dan disajikan begitu mudah dipahami dan sangat aplikatif. Tentu saja hal tersebut sangat membantu kami memahami ilmu keuangan dan membuat rumah tangga kami minim drama. Penasaran dengan materi-materi yang lain? Kunjungi MONEYSMART.id. #MoneySmartMenginspirasi

 

Sumber :

 

Demi Masa Depan Lebih Baik! Begini Trik Jitu Atur Duit buat Pasangan Muda

 

Sebelum 30 Tahun! Miliki 4 Jenis Investasi Ini Kalau Pengin Hidupmu Makmur

Bikin Tambah Kaya, Ini Cara Jalani Hidup Sederhana ala Miliarder Dunia

 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Go Top