Apa saja sih, yang harus dipertimbangkan sebelum memilih bentuk badan usaha? Mau PT atau CV ya?

Beberapa hari terakhir, banyak teman-teman saya yang bertanya tentang bagaimana membuat CV? Apa perbedaan CV dengan PT? Kalau melihat kondisi usahaku sekarang, lebih baik membuat CV atau PT? Dan seterusnya. Terimakasih pertanyaannya.

Banyak pengusaha pemula yang memilih mendirikan CV dengan alasan, modalnya masih sedikit. Sudah menjadi informasi umum, bahwa dalam membuat PT, perlu modal disetor minimal 50 juta rupiah. Bagi pengusaha pemula, jumlah tersebut tentunya sangat berat. Dibandingkan dengan CV, tidak ada ketentuan minimal jumlah modal yang disetor. Tapi apakah hanya itu pertimbangan memilih badan usaha PT atau CV? Berikut ulasan dari saya.

Baca Juga :

Memetik Hikmah dari Lomba Kepenulisan yang Hukum Banget sekaligus Blogger Banget

 

Perbedaan CV dengan PT

Ada dua jenis badan usaha yang bertujuan untuk mencari keuntungan, yakni badan usaha yang berbadan hukum dan badan usaha non-badan hukum. Contoh badan usaha berbadan hukum yaitu PT, sedangkan yang non-badan hukum antara lain seperti CV dan Firma. Apa yang membedakannya? 

Salah satu hal, yang membedakan badan usaha yang berbadan hukum, dan badan usaha yang tidak berbadan hukum adalah pertanggungjawabannya. Misalnya saja dalam pertanggung jawaban PT, terdapat pemisahan antara harta perusahaan dengan harta pemilik. Sehingga, pertanggung jawaban pemegang saham hanya terbatas pada jumlah saham yang dimiliki di perusahaan tersebut. Berbeda dengan CV (non-badan hukum), yang tidak memberikan ruang pemisahan harta kekayaan antara pemilik dengan badan usaha. Sehingga jika perusahaan mengalami kebangkrutan maka harta pribadi dapat terseret. Nah, tentu saja hal tersebut harus diwaspadai sejak awal mendirikan badan usaha.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar tabel dari hukumonline.com untuk mempermudah membedakan antara CV dengan PT.

PT (Badan Hukum) CV (Non-Badan Hukum)
Mendapat pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM Hanya di daftarkan di pengadilan negeri setempat
Terdapat pemisahan hak dan kewajiban yang jelas antara PT dengan pendirinya Tidak ada pemisahan hak dan kewajiban yang jelas antara CV dengan para pendirinya
Tidak memungkinkan 2 PT memiliki nama yang sama Dimungkinkan 2 CV atau lebih memiliki nama yang sama
Dapat menarik modal dari masyarakat melalui mekanisme pasar modal (IPO) Tidak dapat menarik modal dari masyarakat
Dapat menarik investor asing (PMA) Tidak dapat menarik investor asing

 

Pertimbangan Menuntukan CV atau PT

 

1. Sesuaikan dengan tujuan

Mau dibawa kemana sih, hubungan kita? Eh, salah. Mau di bawa kemana sih, bisnisnya sahabat pembaca? Membangun sebuah bisnis, tentunya didukung dengan visi dan misi yang jelas. Saya yakin, setiap pengusaha yang baca artikel ini pasti sudah menentukan visi dan misinya terkait usaha yang harus dicapainya.

Apa hubungannya visi misi dengan penentuan membuat CV atau PT? Begini sahabat-sahabatku, sudah saya jelaskan di atas kan, kalau PT itu badan usaha yang berbadan hukum. Artinya, selain dari pertanggungjawabannya yang terpisah dengan harta pribadi, PT juga lebih mudah dijual belikan karena merupakan subyek hukum tersendiri. Apa maksudnya subyek hukum tersendiri? PT terdiri dari kumpulan pemegang saham dengan pengambil keputusan direktur dan pengawasnya komisaris. Orang-organ tersebut saling bersinergi sehingga lebih mudah dipindah tangankan, dihibahkan, atau pun diwariskan dalam bentuk saham.

Sedangkan CV yang terdiri dari sekutu pasif (pemilik modal) dan sekutu aktif (pelaksana usaha atau pendiri) susah dipindah tangankan karena pertanggung jawabannya mencangkup harta pribadi pendiri juga. 

 

2. Sesuaikan dengan skala bisnis

Skala bisnis dalam hal ini tidak hanya terkait dengan modal saja. Tapi lebih kepada target penjualan atau pelayanan dan arena penjualan. Jika bisnis sahabat pembaca cukup menangani kebutuhan pasar lokal untuk perorangan saja, menurut saya badan usaha CV sudah cukup. 

Tetapi, jika usaha sahabat pembaca ingin merambah pasar lebih luas dengan target penjualan atau pelayanan tidak hanya sebatas perorangan saja, sahabat pembaca bisa mempertimbangan bentuk badan usaha PT sebagai payung usaha sahabat. 

Sudah saya jelaskan di atas juga, kalau badan usaha benbentuk PT, sahabat bisa menghimpun dana atau modal dari masyarakat dalam bentuk saham. Lingkup penjualannya pun otomatis lebih luas. Badan usaha bentuknya PT, juga bisa menarik investor asing untuk mengembangkan usaha. Sedangkan bentuk CV tidak bisa.

 

3. Sesuaikan dengan modal

Nah, mungkin ini yang memang paling banyak dijadikan pertimbangan. Bolehlah, bikin CV dahulu kalau modalnya masih tipis. Baru kalau modalnya terkumpul bikin PT.  Seperti yang saya katakan di atas. CV tidak memiliki ketentuan jumlah modal minimal dan yang harus disetor. Sedangkan  dalam mendirikan PT,  sahabat wajib memiliki modal minimum sebesar Rp50 juta dan menyetorkan 25% ke rekening perseroan.

 

Konsekuensi Pajak

Karena pajak adalah mekanisme tersendiri, maka saya pisah dari uraian di atas. Pajaknya besar mana? PT atau CV? Jelas PT dong, modalnya saja sudah ditentukan. Skala dan cakupan bisnisnya juga lebih besar. Dan yang juga harus diperhatikan, karena pertanggungjawaban PT terpisah dari harta pribadi, maka pajak PT dan pajak penghasilan pemilik juga dipisahkan. Sedangkan pada CV, pajak pemilik tidak dikenakan karena tidak ada pemisahan harta antara harta CV dengan pemilik. 

 

 

PT atau CV?

Mau PT atau CV yang penting dalam usaha tentu saja adalah keuntungan. Silahkan kejar target-target keuntungan sahabat pembaca. Kalau ada masalah hukum, telinga saya siap untuk jadi teman curhat. Hehehe. 

Baca Juga :

Ups, Dilaporkan Penipuan. Kok Bisa?

22
Leave a Reply

avatar
11 Comment threads
11 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
11 Comment authors
ivonieBagus RamadhanfridaMunasyarohIhwan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Cory Pramesti
Guest

Informatif banget mbak, ku jadi tahu perbedaan cv dan pt.

Frenavit Putra
Guest

Wah terima kasih banyak untuk sharingnya mbak.. lengkap banget penjelasannya. Sekarang jadi tahu dan bisa mulai mikir memulai dari CV dulu atau PT hehehe..

Dian
Guest

Wah,, pengacara ya mbak.
Mantap informasinya.

Joe Candra
Guest

Dan kayaknya aku harus mempertimbangkan ini jg deh kak, biar gak salah pilih ntr. Soale terakhir belajar bgnian pas kelas 1 SMA hehe

Anggi Putri
Guest

Nah, aku awam banget pasal beginian. Aku mau bikin CV sih tapi belum paham soal pajaknya nantinya gimana. Misal nih mbak kalau ada CV terus pendapatan dikit itu tetep bayar pajak? Dan bayar pajaknya itu tiap bulan atau per tahun sih?

anggiputri(dot)com

Ihwan
Guest

Kebetulan saya punya CV, dulu bikin pas mendirikan penerbitan.

Munasyaroh
Guest

Jadi nambah wawasan neh, saya bukan orang Ekonomi jadi informasi seperti ini belum tau sama sekali

frida
Guest

cita2 pengenbuka usaha yang lebih mantul..informasi ini cukup memberikan banyak imu mana pt dan mana cv..tengkyu mbaakkk

Bagus Ramadhan
Guest

Han nanti aku kalo konsultasi soal ginian ke kamu aja ya.. Hehe

ivonie
Guest

Suami lebih memilih bikin CV untuk usaha penerbitannya mbak, iya waktu itu modal juga pas-pasan dan masih skala kecil sih tapi Alhamdulillah, sudah menghasilkan

Munasyaroh
Guest

Apapun bentuknya semoga usahanya sukses selalu

Go Top